Mencari tahu dulu, sebelum percaya. BUKAN sebaliknya.

Saat-saat sekarang jadi lebih sering lihat berita di televisi. Berita yang sedang hot-hotnya adalah tentang kekerasan atas nama agama. Dan menyedihkannya, penyerangan tersebut dilakukan terhadap sesama bangsa sendiri. 
Jadi teman satu tanah, satu darah, dan satu bahasa sendiri. Bisa-bisanya ya.

Kembali ke saya. Sekarang ini disadari, saya berpola pikir lebih kritis dibanding yang dulu. Entah ini perubahan baik atau buruk, tapi saya sama sekali tidak menyesalinya.
Saya ini orangnya dari kecil, selalu ingin tahu. Dulu, nenek dan orang tua saya sampai capek kalau sudah ngobrol sama saya yang masih SD, setiap ada pernyataan pasti saya tanya "kenapa?";"Kenapa bisa begitu?". Tentu saja orang tua saya yang cuma nonton berita, tidak tahu. Kalau sudah dijawab pun, saya bertanya lagi kenapa jawabannya seperti itu. Tega juga ya saya.
Sekarang makanya saya semakin menjadi-jadi kritisnya, apalagi setelah bertemu teman yang over kritisnya daripada saya.

Saat ini saya berpikir, "Mencari tahu dulu lebih dalam, sebelum percaya. BUKAN sebaliknya. Dan jangan hanya dari satu pihak saja, melainkan pihak yang berbeda maupun berlawanan"

Jadi contonhnya, saya yang saat ini mempunyai agama, ingin sekali bertemu dengan orang yang tidak percaya agama, alias atheis. 
Kalau ketemu, saya ingin ngobrol-ngobrol banyak sama dia. Kenapa bisa mengambil jalan itu, apa yang dia pikirkan soal Dia, dan kenapa-kenapa yang lain. Selain mereka, saya juga ingin tahu banyak pengetahuan agama-agama yang lain. Yang saat ini saya miliki kan saya sudah tahu (walau belum sepenuhnya banget), jadi ingin juga berdiskusi sama yang lain. Jujur ya, ada rasa bosan tidak kalau hanya berdiskusi dengan yang sesama saja? Kalau saya, iya.

Nah, setelah saya mengetahui seluk-beluk semuanya, barulah saya ingin memilih yang terbaik untuk saya, dan percaya. Atau pokoknya, saya bisa menentukan untuk diri saya sendiri. Jadi ketika ditanya kenapa pilih seperti itu, ada alasan yang kuat. Intinya, saya ingin bisa menjawab 'kenapa-kenapa' dalam diri saya. 
Tentu saja saya ingin berdiskusi sebagai orang yang netral, bukan atas nama jati diri yang saya anut. Saya bukan ingin berdebat. 
Semuanya menurut saya baik, punya karakteristik masing-masing. Tidak dapat disamakan atau disalahkan.

Kadang-kadang saya berpikir tentang orang yang tidak berusaha untuk mencari tahu lebih dalam tentang keputusan yang ia ambil. Mencari tahu dari sudut pandang yang berbeda. Tidak penasaran ya? Bisa gitu tinggal mengikuti saja? Atau saya yang terlalu kepo, semuanya ingin saya telan hhaha.

Semoga saya diberi kesempatan. Adakah yang ingin membantu? :)

0 comments:

Post a Comment

 

Flickr Photostream



Twitter Updates

Meet The Author